Affiliates Button

Solfa Corners
cozmagz

Statistik

Total
Pageviews: 192686
Visitors : 37211

Kalender

September 2010
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

Search

FFC Social Link

TwitterFacebook
PlurkTumblr

Search By Google

Newsletter

Name:

Email:

Poling

Berencana untuk memainkan FFXIV Online ?
 

Final Fantasy Quotes

The people and the friends that we have lost, or the dreams that have faded... Never forget them.

Yuna

Play Asia Corner




Eiko Carol

“I'm like a beautiful young heroine in turmoil, don't you think?”

Nama Jepang : Eiko Carol
Ras
 : Summoner
Umur
 : 6
Asal
 : Madain Sari
Profesi
 : White Mage/Summoner
Skill
 : Summon dan White Magic
Trance
 : Double White
Senjata
 : Summoner’s Fluit, Racket

            Eiko termasuk ras summoner termuda dan terakhir (selain Garnet) yang masih hidup setelah Invincible menghancurkan Madain Sari. Sebagian besar penduduknya tewas termasuk kedua orang tuanya saat kejadian tersebut. Eiko lalu diasuh oleh kakeknya hingga berumur kurang lebih 5 tahun. Setelah kakeknya meninggal Eiko lalu tinggal dan hidup bersama para Moggle.

            Sehari-hari Eiko bersahabat dengan satu Moggle penakut bernama Mog yang kemana-mana selalu bersamanya. Sebenarnya Mog adalah jelmaan dari eidolon Madeen yang diminta kakeknya Eiko untuk selalu menjaganya. Kondisi ini membuat Eiko menjadi sosok yang sangat mandiri. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, tidak jarang ia pergi ke Conde Petie, desa terdekat untuk mencuri beberapa makanan disana.

            Eiko pertama kali terlihat pada permainan saat ia ketahuan mencuri dan berlari keluar desa. Malangnya, ia terjatuh ke jurang dan diselamatkan oleh Zidane yang kebetulan melewati jalan tersebut. Eiko langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Merasa berhutang budi, ia lalu membawa Zidane dan teman-temannya menuju rumahnya. Ia menjamu Zidane dan teman-temannya dengan menyiapkan makan malam.

            Sudah menjadi tradisi turun temurun sebagai Summoner, Eiko pun bersedia membantu Zidane menuju Lifa Tree dan membuka segel penghalang masuk eidolon Carbuncle. Sekembalinya darisana kalung milik Eiko lalu dicuri oleh Lani, pemburu bayaran yang disewa oleh Queen Brahne. Namun usahanya digagalkan oleh rekannya sendiri, Amarant yang tidak menyukai cara kerja dari Lani. Setelah terjadi duel antara Zidane dan Amarant, Eiko semakin suka saja pada Zidane.

            Eiko pun rela melanggar wasiat kakeknya yang menyebutkan bahwa dirinya dilarang meninggalkan Madain Sari sebelum usianya genap 16 tahun demi mengejar pujaan hatinya. Sampai-sampai pada saat di Alexandria, ia meminta bantuan Doctor Tot untuk membantunya menulis surat cinta untuk Zidane. Namun akibat kecerobohannya sendiri, surat ini tidak pernah sampai ketangan Zidane. Surat ini sempat berpindah-pindah ke beberapa tangan hingga membuat pasangan baru yaitu Steiner dan Beatrix.

            Eiko lalu patah hati setelah menunggu Zidane yang tidak kunjung tiba. Namun seiring waktu berjalan, perasaannya itu semakin lama semakin menghilang. Eiko mengetahui bahwa Zidane itu hanya menyukai Garnet dan akhirnya ia pun merestui hubungan keduanya.

            Ketika Zorn dan Thorn menculiknya untuk mengambil paksa eidolon dalam tubuhnya, Mog yang selalu bersamanya lalu berubah trance menjadi eidolon Madeen. Mog merasakan bahwa kini saatnya untuk menampakkan wujud aslinya. Hingga di akhir permainan, Eiko lalu diadopsi oleh Cid dan Hilda yang ia panggil sebagai “Ayah” dan “ibu”. (Guz)