| Bartz Klauser |
|
Element : Wind
Bartz Klauser, yang juga bernama Butz Klauser di versi Jepang, adalah protagonist utama dari Final Fantasy V. Bartz adalah anak dari Dorgann, salah satu anggota Warriors of Dawn, dan seorang perempuan bernama Stella. Ibunya meninggal saat Bartz masih muda, dan ayahnya meninggal tiga tahun sebelum event game dimulai. Dengan amanat dari sang ayah, Bartz memilih untuk berkelana. STORY Bartz lahir di sebuah kota kecil bernama Lix, dari ibunya Stella dan ayahnya Dorgann Klauser. Ibu Bartz meninggal saat Bartz masih muda, sedangkan ayahnya jatuh sakit dan meninggal tiga tahun sebelum event game dimulai. Bartz memiliki phobia takut akan ketinggian yang disebabkan karena saat ia masih kecil, saat ia bermain “Hide-and-go-seek”, ia hampir terjatuh dari atap rumah berlantai dua. Dengan amanat dari ayahnya, Bartz memilih untuk menjelajahi dunia. Di tengah perjalanannya, ia menemukan seekor chocobo bernama Boko yang terpisah dari rombongannya. Dari situlah, Boko dan Bartz berteman, dan mereka melanjutkan perjalanan mereka bersama – sama. Tiga tahun setelah kematian Dorgann, Bartz berada di daerah Tycoon saat sebuah meteorit jatuh dari langit. Ia dan Boko pun pergi untuk melihatnya. Ia menemukan seorang gadis bernama Lenna yang diserang oleh goblin. Bartz pun menolongnya, dan mereka menemukan seorang kakek tua yang mengalami amnesia bernama Galuf di daerah jatuhnya meteor. Lenna menjelaskan pada Bartz bahwa ia harus pergi ke Wind Shrine, dan Galuf pun sadar bahwa ia juga harus pergi ke sana. Pertamanya, Bartz memilih untuk melanjutkan pengembaraannya, namun Boko berhasil meyakinkannya untuk membantu Galuf dan Lenna. Saat mengikuti mereka, terjadi gempa bumi, dan sekali lagi Bartz harus menyelamatkan Galuf dan Lenna melewati kumpulan goblin. Dari situlah Bartz bergabung dengan tim secara permanen dan memilih keinginan ayahnya untuk melihat apa yang terjadi pada Crystals, walaupun pertamanya Galuf mengejek Bartz bahwa Bartz hanya ingin bergabung karena terpesona pada Lenna. Dalam perjalanan mereka, Bartz dkk menemukan sebah gua yang terbuka karena gempa bumi. Saat mereka menjelajah gua itu, mereka melihat sebuah kapal berlayar tanpa dorongan angin, dan dengan seketika mereka mencapai tempat persembunyian bajak laut. Disini, dengan anjuran Galuf, Bartz mencoba mengendalikan kapal bajak laut yang dimiliki oleh kapten bajak laut, Faris Scherwiz. Walaupun pertamanya mereka tertangkap dan ditawan, pada akhirnya Faris memperbolehkan mereka menggunakan kapalnya untuk pergi ke Wind Crystal. Saat mereka sampai di Wind Shrine, mereka meliaht King of Tycoon sesaat sebelum crystal-nya terpecah. Tycoon mempercayakan Bartz dkk sebuah tugas untuk memnyelamatkan crystal – crystal yang ada dari tangan orang jahat. Tycoon menamai Bartz, Lenna, Galuf, dan Faris sebagai Warriors of Light, dan dari sinilah mereka memulai petualangan mereka. Dari sana, Bartz dkk mencapai kota Tule, dan bertemu Zok, teman lama Lenna, dan meminta kucnci untuk pergi ke Torna Canal. Namun, Zok mengatakan bahwa ia telah kehilangan kuncinya. Malamnya, Bartz terbangun dan dan bertanya – tanya pada diri sendiri apakah ayahnya menginginkan dirinya ikut dalam tugas seperti ini. Kemudian Zok muncul dan berbicara dengannya dan mempercayakan Bartz kunci yang dimaksud, dan percaya bahwa Lenna pasti aman bersama Bartz. Di Torna Canal, kapal yang ditumpangi Bartz dkk tabrakan dengan yang disebabkan oleh seekor monster, dan Syldra, “hewan peliharaan” Faris, ditinggal untuk mengalahkan monster itu, lalu kapal mereka berjalan mengarah ke Ship Graveyard. Disana, Galuf mengetahui bahwa Faris adalah seorang perempuan yang sedang menyamar. Saat mereka mencapai garis pantai, Bartz dihipnotis oleh Siren dengan wujud ibunya, namun berhasil diselamatkan oleh Galuf berkat hilangnya ingatannya sampai -sampai ia tidak mengenali siapa Krile sebenarnya. Kemudian mereka sampai di North Mountain dan menyelamatkan Hiryuu, Wind Drake-nya Lenna. Sebelum mereka terbang, Bartz mengakui ketakutannya akan ketinggian, tapi berkat paksaan dari Galuf, iapun akhirnya ikut naik. Saat Bartz dkk sampai di Walse, mereka memberitahu sang raja mengenaikehancuran crystal. Saat itu, sebuah monster kembali jatuh dan seorang serdadu memberitahu tentang seekor monster bernama Garula yang menjadi liar dan buas. Bartz dkk pun pergi ke Walse Tower, mengalahkan Garula, dan menemukan King of Tycoon bersamaan dengan hancurnya crystal yang menyebabkan menaranya tenggelam ke laut. Bartz dkk diselamatkan oleh Syldra dengan menggunakan tenaga terakhirnya. Kemudian mereka men-teleport diri mereka dari meteorit dan sampai di Karnak hanya untuk dipernjara oleh penjaga kota. Di dalam penjara, Bartz dkk bertemu Cid Previa yang ingin melarikan diri dari sel yang berada di sebelah sel Bartz dkk, yang ternyata malah kembali terperangkap di sel Bartz dkk. Setelah pertemuan mereka, Chancellor of Karnak melepas Bartz dkk dengan permintaan yaitu menyelamatkan Queen Karnak yang terjebak di dalam Fire-Powered Ship, yang juga menyimpan Fire Crystal. Bartz dkk pun sampai dan berhasil menyelamatkan sang ratu, namun crystal-nya hancur. Cid menjadi frustasi dengan kesalahannya dan dia tidak bisa membantu Bartz dkk, jadi mereka pergi mencari Mid Previa, cucu dari Cid yang berada di Library of Ancients. Bartz dkk menemukannya jauh di dalam perpustakaan tersebut yang penuh dengtan monster dan diapun menjelaskan semuanya, dimana kemudian ia pergi berbicara dengan kakeknya. Jadi, dengan Mid dan Cid bekerja sama, mereka membangun ulang Fire-Powered Ship, kemudian Bartz dkk pergi untuk mencari crystal terakhir. Sebelum berlayar, Galuf menjelaskan bahwa ingatannya telah kembali berkat melihat hubungan antara Cid dan Mid yang mirip dengan hubungannya dengan Krile, dan juga berkat alasan sebenarnya mengapa crystal-nya hancur: karena Exdeath, seorang dewa perang berumur 1000 tahun yang disegel oleh Warriors of Dawn. Setelah Bartz dkk mencari Earth Crystal di Crescent, Fire-Powered Ship tenggelam di laut. Jadi, saat Bartz dkk menjelajahi hutan terdekat, Bartz dan Faris menemukan seekor Black Chocobo dan kembali ke Library of The Ancients untuk menjelajahi Ronka Ruins. Saat tiba disana, mereka menghadapi King Tycoon yang terobsesi dan mencapai sebuah tempat tersembunyi dibawah Crescent Island, dimana diwaktu yang sama, Ronka Ruins berubah menjadi tempat pertarungan melayang yang besar. Di dalam tempat itu, Bartz dkk menemukan King Tycoon yang berada dibawah kendali Exdeath an sambil ia menyerang Bartz dan Galuf, ia juga menghancur crystal terakhir dan pergi ke dunia Galuf. Galuf pergi dengan meteorit bersama Krile. Bartz, Lenna, dan Faris tertinggal di belakang, namun rasa keadilan Bartz yang kuat membuat dua putri tersebut sadar akan kepentingan mereka yang sebenarnya dari pertarungan mereka. Mereka menyatukan lagi kepingan Adamantite dari meteorit yang lain untuk men-teleport diri mereka ke dunia Galuf. Saat Bartz dkk pergi ke Second World, Bartz, Lenna, dan Faris sampai di sebuah deserted island, dan malamnya kedua putri diculik oleh seekor monster. Bartz pun menghadapi monster tersebut, namun ia tidak dapat menang, lalu ketiganya dibawa ke Exdeath’s Castle. Disana, Bartz bertarung dengan Exdeath, tetapi ia bukanlah lawan yang sepadan untuk Exdeath. Kemudian, Galuf menyelamatkan Bartz dkk dari kastil dan keempat pertarungan Gilgamesh. Setelah pertarungan di Big Bridge, pasukan dari kastil membawa Bartz dkk ke daerah yang jauh, namun mereka berhasil mencapai Galuf’s Castle dan barulah Bartz menyadari bahwa sebenarnya Galuf adalah seorang raja, bersamaan dengan kabar buruk dimana Wind Drake milik Krile sekarat, jadi Bartz dkk memilih untuk mencari Dragon Grass untuk menyelamatkan sang Wind Drake. Saat sedang mencari Dragon Grass, Bartz dkk melewati kota Quelb dan bertemu dengan Kelger Vlondett yang memaksa Bartz untuk mencoba menangkis Lupine Attack miliknya. Bartz pun berhasil menangkisnya berkat latihannya, dan Kelger memberitahu Bartz bahwa belum ada orang yang bisa menahan serangannya sebelumnya. Saat Bartz menjelaskan bahwa ayahnya yang melatihnya, Kelger pun menanyakan nama ayahnya, dimana jawaban Bartz adalah Dorgann. Disinlah terbuka bahwa Dorgann, bersama Galuf, Kelger, dan Xezat, adalah mantan Warriors of Dawn, kumpulan ksatria yang pernah mengalahkan dan menyegel Exdeath. Namun, Dorgann berhasil membuat Stella berjanji untuk tidak memberitahu Bartz apa yang Dorgann lakukan untuk melindungi crystal – crystal. Dengan meninggalnya Stella, Dorgann memilih untuk tinggal untuk mengawasi segelnya dan walaupun ia tidak pernah memberitahu Bartz alasannya melindungi crystal, pada akhirnya Bartz pun mengikuti jejaknya, sama seperti yang dilakukan oleh keturunan langsungnya, Linaly, di Final Fantasy: Legend of The Crystals. Dalam perjalanan menuju Lix, Bartz mengunjungi makam ibunya untuk wakut yang cukup lama, dan pada kahirnya ia mengukir nama ayahnya pada batu dan menjelaskan kepada Faris bahwa ayahnya, Dorgann, pasti ingin dikubur bersama istrinya. Selama pengambilalihan The Void di seluruh dunia yang dipimpin oleh Exdeath, kota Lix pun ikut diganyang, menimbulkan rasa frustasi yang mendalam dalam diri Bartz, yang membuatnya kacau dalam mengendarai pesawat karena merasa tidak berdaya dengan kehilangan semua orang yang dicintainya. Bartz dkk mengikuti Exdeath sampai di Great Forest of Moore. Mereka diserang oleh Exdeath yang menggunakan kekuatan crystal untuk melawan mereka. Usaha Krile untuk menyelamatkan mereka gagal yang membuat Galuf bertarung sendirian melawan Exdeath. Akhirnya Galuf pun kalah dan ia mentransfer seluruh kekuatannya ke Krile sebelum ia meninggal. Bartz dkk melanjutkan perjalanannya, menyerbu Exdeath’s Castle, dan akhirnya membunuh Exdeath. Setelah Exdeath menghancurkan crystal yang tersisa di Second World, secara misterius Bartz dkk menemukan diri mereka kembali di dalam Tycoon’s Castle. Disini, Faris disambut sebagai Princess Sarisa, dan sedang diadakan sebuah perayaan untuk merayakan kembalinya kedua putri kerajaan tersebut. Bartz, Krile, dan Faris tiba – tiba menghilang (dua orang pertama karena menyadari bahwa ada yang salah, dan Faris karena ia tidak ingin menjadi putri), meninggalkan Lenna sendiri saat kastilnya tersedot oleh kembalinya Void. Walaupun yang lain percaya bahwa Lenna telah meninggal, sebenarnya Lenna diselamatkan oleh Hiryuu dari Interdimensional Rift, tetapi ia berada dalam pengaruh oleh seorang demon bernama Melusine. Melusine memaksa Lenna untuk menyerang teman – temannya, namun Hiryuu yang terluka membuat Lenna pingsan dan memaksa kuasa jahat keluar dari tubuhnya. Setelah Melusine dikalahkan, Lenna akhirnya sadar dan kembali bergabung dengan Bartz dkk. Setelah menghancurkan NeoExdeath, Bartz dkk berpisah sementara namun kembali bersama di akhir game sebagai teman dan juga sebagai Light Warriors. Mengambil Alih Kepemimpinan Selama absennya Galuf dan juga setelah kematiannya di Great Forest of Moore, Bartz mengambil alih peran pimpinan dan pelindung grup lebih dari sekali. Ia menghadapi Exdeath secara langsung saat Bzartz dkk ditawan di penjara Exdeath’s Castle, berkorban untuk teman – temannya dan dihukum karenanya, yang pada akhirnya Galuf melihat teman – temannya menderita dan akhirnya menolong mereka. Juga setelah bergabungnya dua dunia, ia, Krile, dan Faris bicara dengan Sage Ghido di gua miliknya. Exdeath muncul dari sepatu Krile, dengan wujud serpihan, menghilangkan Faris, Krile, dan Ghido, jadi Bartz bertarung sendiri melawannya sebelum Ghido muncul dan membuatnya pergi. MUSICAL THEMES Kemungkinan Bartz’s Theme adalah Home Sweet Home, yang mana lagu ini hanya dimainkan di kampung halaman Bartz, Lix. OTHER APPEARANCES
Chaos telah men-summon pasukan dari gabungan villain – villain Final Fantasy. Cosmos, dengan tujuan melindungi Crystal, telah men-summon para hero dari Final Fantasy untuk mencegah Chaos. Bartz adalah salah satu hero yang di-summon dan mewakili Final Fantasy V, melawan Exdeath. Sebagai seorang petualang bersama Zidane, Bartz dan Zidane ikut dalam sebuah kontes untuk menemukan crystal, dimana Bartz ditangkap. Ia menghabiskan storyline-nya kebanyakan dengan memata – matai pasukan Chaos seiring dengan usahanya untuk bergabung kembali dengan Zidane, yang mana malah membawa Zidane masuk ke dalam jebakan. Bartz juga dikejar – kejar oleh rivalnya Exdeath, yang beraksi dengan Kuja untuk mengakalinya hingga membahayakan Zidane.
Walaupun tidak terlihat, ia sempat disebutkan oleh Gilgamesh setelah kekalahannya, dan para karakter pun bertanya – tanya apa atau siapa itu Bartz.
TRIVIA - Walaupun secara original namanya diromanisasikan sebagai Butz, namanya tidak pernah diromanisasikan di semua lokalisasi ofisial FFV, dan dulu pernah diromanisasikan untuk official strategy guide di Jepang pada tahun 1992. Lokalisasi bahasa Inggris mengganti romanisasinya menjadi Bartz. Itu mungkin karena Butz adalah homophone dari “Butts” dalam bahasa Inggris. (Revsky Lionhart) |



