Affiliates Button

Solfa Corners
cozmagz

Statistik

Total
Pageviews: 78833
Visitors : 16485

Kalender

March 2010
S M T W T F S
28 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

Whats Hot in Forum

Search

Newsletter

Name:

Email:

Poling

Sudah beli ff13 USA belum ?
 

Final Fantasy Quotes

Princess! No need to worry. I hope you haven't forgotten my role in this little story. I'm the leading man. You know what they say about the leading man: he never dies.

Balthier

Play Asia Corner




Galuf Halm Baldesion

"This...isn't anger...isn't hatred..."

 

Element : Earth
Profession  : King of Bal
Age : 60
Height :
168 cm
Weight :
64 kg
Birthplace   :
Bal

Galuf Halm Baldesion adalah playable character di Final Fantasy V. Ia adalah raja dari Castle of Bal, dan merupakan satu dari empat anggota Warriors of Dawn pada masanya. Ia juga merupakan kakek dari Krile.

STORY

Galuf berasal dari Second World, dimana dia merupakan raja dari Bal. Ia turut membantu menyegel sang dewa perang yang dikenal sebagai Exdeath ke First World sebagai salah satu Warriors of Dawn. Namun, saat ia menemukan bahwa crystal – crystal yang membantu penyegelannya melemah, ia memutuskan untuk pergi ke First World dengan menggunakan meteor.

Saat meteornya jatuh / mendarat di dekat Tycoon castle, senjata dan armornya hancur, dan dia terkena hantaman yang cukup keras di bagian kepala, yang berakibat amnesia. Ia ditemukan oleh Bartz dan Lenna, dan memutuskan untuk menemani Lenna menuju Wind Shrine. Di Ship Graveyard, monster bernama Siren mencoba memancingnya ke dalam jebakan dengan berpura – pura menjadi seorang gadis kecil yang memanggilnya “grandfather” (kakek). Tidak seperti teman – temannya, ia tidak terpengaruh, dan ia pun menampar teman – temannya untuk menyadarkan mereka.

Di Karnak, seorang werewolf memanggilnya “Sir Galuf”, dan kelihatannya mengenal dirinya, yang membuat Galuf bingung. Saat ia melihat hubungan antara Cid dan Mid sebagai kakek dan cucu, ia mengingat sedikit mengenai masa lalunya, dan juga cucunya, Krile. Ia juga mengingat walau samar – samar, bahwa kehancuran crystal akan berakibat kembalinya Exdeath.

Di dalam Ronka Ruins, crystal yang terakhir hancur, namun cucu Galuf, Krile, pergi dengan meteor dari Second World dan akhirnya ia mengingat siapa dirinya. Namun, Exdeath muncul, dan pergi ke kastilnya. Galuf pergi mengejarnya, namun meminta teman – temannya untuk tidak pergi. Pada akhirnya mereka pergi, dan berakhir pada sebuah pulau, dimana mereka ditangkap Exdeath dan dijadikan tawanan. Galuf, yang memimpin serangan dengan menerobos jembatan, dipaksa untuk menahan serangannya saat Exdeath memperlihatkan Bartz dkk. Namun ini cukup menguntungkan, karena sebuah pelindung magis pasti akan membunuhnya beserta pasukannya bila ia memaksa menyerang. Galuf pun menyerang kastilnya seorang diri untuk menyelamatkan ketiganya, bertarung dan mengalahkan Gilgamesh untuk menyelamatkan teman – temannya. Mereka melarikan diri melewati Big Bridge, dan pergi ke Galuf’s Castle.

Ia bertemu dengan teman lamanya Kelger Vlondett di Quelb, yang memperbolehkan mereka lewat untuk menuju Drakenvale. Kemudian mereka bertemu Xezat, dan bergabung dengannya dalam usaha untuk melemahkan pelindung di sekitar Exdeath’s Castle. Namun, Xezat mengorbankan dirinya, dan Galuf sangat terpengaruh dan terganggu dengannya.

Di dalam Great Forest of Moore, mereka menemukan Guardian Tree yang menyimpan empat crystal. Namun, Exdeath muncul, dan menggunakan kekuatan crystal untuk mengeluarkan spell kepada Bartz dkk. Saat Krile muncul, Exdeath menjebaknya di dalam cincin api. Tiba - tiba , Galuf seperti mendapat kekuatan yang besar, dan berbalik menyerang Exdeath. Exdeath menjadi kebingungan melihat Galuf yang terlihat tak terkalahkan, dan menyatakan bahwa “All the hatred in the world could never defeat me” (semua kebencian di  dunia tidak akan bisa mengalahkanku). Galuf menjawab bahwa bukan dengan amarah atau kebencian ia bertarung. Galuf mendapatkan Exdeath terjerat dalam tali, namun ia berhasil bebas. Galuf, yang sekarang kehilangan tenaganya, menjadi sekarat. Temannya mencoba menyembuhkannya dengan berbagai spell maupun item, namun sia – sia. Akhirnya, Galuf mengucapkan salam terakhirnya dan meninggal. Tak lama kemudian, ia berbicara ke Krile sendiri menggunakan kekuatan sang pohon. Ia memohon padanya untuk ikut bertarung sebagai pengganti dirinya, dan memberikan semua kekuatan dan ability-nya kepadanya.

“I’ll be in your heart, always.”

-Galuf kepada Krile, tak lama setelah kematiannya.-

Galuf terakhir terlihat sebelum dan sesudah final battle, dimana dia dan anggota Warriors of Dawn, bersama King Tycoon, membantu para Light Warriors untuk menyelamatkan diri dari Dimensional Rift. Bila ada yang gugur di final battle, Galuf akan membangkitkan mereka kembali.

MUSICAL THEME

Kemungkinan Galuf’s Theme adalah The Dawn Warriors, dimana dia adalah salah satu anggotanya. Lagu ini dimainkan selama major scene dengan Dorgann, Xezat, dan Kelger, anggota – anggota Dawn Warriors yang lain.

TRIVIA

- Berlawanan dengan General Leo Cristophe (Final Fantasy VI) dan Aerith Gainsborough (Fianl Fantasy VII), Galuf tidak pernah mendapat rumor maupun permintaan tentang bagaimana cara menghidupkannya kembali setelah kematiannya. Ini dapat dimaklumi karena kepopulerannya yang lebih kecil dibandingkan dengan General Leo dan Aerith, walaupun sebenarnya mungkin lebih karena dia memiliki penggantinya di dalam grup (yang memiliki level, stats, skill, job, dan equipment yang sama).

- Nama sebuah pesawat di Final Fantasy XII bernama Galuf-Val yang terinspirasi dari Galuf. Val kemungkinan adalah kesalahan translasi dari nama rumahnya, Bal Castle, atau bisa juga sengaja diganti. Pesawat itu ditembak jatuh oleh Sky Fortress Bahamut di dalam pertempuran di atas Rabanastre.

- Galuf muncul sebagai cameo di Dissidia Final Fantasy sebagai tutor di In-Game Manual.

(Revsky Lionheart)